.post-body.entry-content { text-align: justify; }

Rabu, 03 April 2013

Pengolahan Kutipan


      Pengolahan Kutipan 
Kutipan dan Rujukan
Kutipan dibatasi dengan informasi yang diambil dari sumber tertentu baik yang berupa buku ilmu pengetahuan, karya tulis ilmiah, cerita, artikel, feature, pidato, atau tulisan ilmu pengetahuan lainnya.
Rujukan, acuan, atau referensi dapat dibatasi dengan informasi yang dijadikan tumpuan atau pegangan dalam mengolah dan mengembangkan informasi ilmiah selanjutnya.

Penulisan Kutipan dan Rujukan
Nawawi (dalam Mulyono, 2011), ada dua jenis kutipan langsung, yakni langsung yang terdiri atas empat baris atau kurang, dan kutipan langsung yang terdiri atas lima baris atau lebih. Kutipan tidak langsung merupakan kutipan yang berbentuk parafrasa (menulis kembali dengan bahasa sendiri) dari bentuk informasi sumbernya.
Kutipan langsung yang terdiri atas empat baris atau kurang ditulis sesuai kutipan dengan ketentuan berikut.
·         Terintegrasi dengan tulisan uraian. Kutipan ini tidak mengambil tempat khusus.
·         Diawali dan diakhiri tanda petik (“)
·         Sumber kutipan ditulis sebelum atau sesudah kutipan.

Contoh:
Artikel itu tulisan faktual yang intinya berupa pembahasan tentang satu persoalan. Soeseno (1993) membatasinya dengan , “Tulisan tentang suatu masalah berikut pendapat dan pendirian penulis tentang masalah itu.” Dengan demikian, sebuah artikel itu membahas suatu persoalan berdasarkan sudut pandang penulis.
Kutipan langsung yang terdiri atas lima baris atau lebih ditulis dengan ketentuan berikut:
·      Menjorok pada ketikan kedelapan
·      Antar baris berjarak lebih rapat daripada spasi uraian, atau berjarak satu spasi jika uraian berspasi satu setengah atau dua.
·      Tidak dilengkapi tanda petik.
·      Didahului dan/diakhiri dengan penyebutan sumber kutipan.
Contoh:
Tentang penyebab munculnya masalah dalam pengajaran bahasa asing di negeri kita, Altje Talley (Prosiding KIPBIPA III) mengutarakan pendapatnya seperti berikut.
Hingga saat ini cukup banyak asumsi yang telah dilontarkan penyebab terjadinya hal itu. Ada yang melihatnya dari aspek psikologi seperti motivasi, bakat, sudah memiliki bahasa pertama, sudah melewati masa kritis belajar bahasa, dan ada yang melihatnya dari segi perbedaan struktur bahasa. Belakangan, tanpa mengecilkan arti faktor-faktor di atas, para ahli melihat itu dari segi budaya.
Kutipan tidak langsung ditulis sesuai dengan ketentuan di bawah ini
·         Bentuk kutipan adalah bentuk parafrasenya atau bentuk yang berbeda dari bentuk aslinya namun terkandung maksud yang sama
·         Tidak ada penggunaan tanda petik atau cara khusus pengetikan.
·         Terintegrasi dengan tulisan uraian.
·         Sumber kutipan ditulis sebelum atau sesudah kutipan.
Contoh:
Berdasarkan pendapat Brown (1994), Mulyono (2002) mencatat  empat level proefisiensi pembelajar bahasa asing. Keempat level proefisiensi yang dimaksudkan adalah level pemula (novice level), level dasar (intermediate level), level lanjut (advanced level), dan level unggul (superior level)
Catatan kaki.
Catatan kaki atau footnote adalah catatan yang ditulis di akhir halaman dengan maksud memberikan berbagai keterangan tentang penjelasam yang dikemukakan sebelumnya. Adapun fungsi catatan kaki sebagai berikut:
·         Menyatakan sumber informasi yang dikemukakan dalam teks
·         Memberikan keterangan atau penjelasan yang jelas tentang yang dikemukakan dalam teks
·         Menyatakan kejujuran penulis
·         Memberikan panduan kepada pembaca yang bermaksud mencari informasi lanjutan tentang apa yang ditulis dalam teks
·         Memperkokoh kebenaran informasi dalam teks
·         Memperkuat kepercayaan pembaca terhadap informasi yang dikemukakan dalam teks.
Berdasarkan teknik pencatatannya, catatan kaki terdiri atas empat jenis, yakni catatan kaki lengkap, ibid, loc.cit, dan op.cit.
Contoh:
contoh catatan kaki lengkap:
1.    Chaer, Abdul. Kamus Idiom Bahasa Indonesia. Ende Flores:Nusa Indah
2.    Chaer, Abdul. 1988. Semantik:Pengantar Studi tentang Makna. Bandung:Sinar Baru
3.    Djalal, Dino Patti. (Tanpa tahun). Harus Bisa, Seni Memimpin ala SBY. Jakarta.
4.    Keraf, Gorys.1984. Komposisi. Ende Flores: Nusa Indah
Ibid merupakan singkatan dalam bahasa Latin dari kata Ibidem. Pengertiannya adalah pada tempat yang sama. Singkatan ini digunakan apabila catatan kaki ini merujuk pada sumber yang sama dan halaman yang sama. Jika halamannya berbeda maka singkatan ibid dilengkapi dengan halaman.
 Contoh Ibid:
5.    Ibid.
6.    Ibid. hal.3
Loc.cit merupakan singkatan dalam bahasa Latin dari kata loco citato. Pengertiannya pada tempat yang telah dikutip. Singkatan ini digunakanuntuk menyatakan bahwa sumber informasi sama, halaman sama namun sudah terhalang sumber lain.
Contoh Loc.cit:
7.    Djalal.loc.cit.
8.    Keraf.loc.cit.hal.21
Op.cit. merupakan singkatan dalam bahasa Latin opera citato. Pengertianya adalah pada karya yang telah dikutip. Singkatan ini digunakan jika kutipan dipetik dari sumber yang sama yang telah disebutkan lebih dahulu dengan halaman yang berbeda. Dengan begitu, maka setelah singkatan op.cit.selalu dicantumkan nomor halaman,.
Contoh:
Keraf. Narasi dan Deskripsi. Op.cit. hal 27

0 komentar:

Posting Komentar