.post-body.entry-content { text-align: justify; }

Kamis, 04 April 2013

Penggunaan Ejaan



         Penggunaan Ejaan
a.      Pemakaian Huruf
Tahap penyuntingan ejaan dalam pemakaian huruf yang perlu kita cermati adalah penulisan huruf abjad, huruf vokal, huruf konsonan, huruf kapital, huruf miring, huruf diftong, gabungan huruf konsonan, dan pemenggalan kata.



                      b.      Penulisan Kata
Pilihan kata merupakan komponen yang penting dalam tulisan. Tulisan dianggap kurang baik jika pemilihan katanya kurang tepat dan sesuai walaupun penyajiannya baik. Menyunting pilihan kata dibutuhkan kecermatan. Hal ini disebabkan, penulis yang akan menuliskan gagasannya dengan bahasa tulis, tentu saja menimbang-nimbang lebih dahulu, kata apa yang sebaiknya digunakan. Hal itu akan terlihat dari pengungkapan penulis itu. Jika gagasan penulis dapat dipahami oleh pembacanya dengan cepat dan tepat maka dapat dikatakan pilihan kata penulis itu baik.
c.       Pemakaian Angka dan Lambang Bilangan
Pemakaian angka dan lambang bilangan dalam bahasa Indonesia sudah diatur sesuai dengan kaidah penulisan angka dan lambang bilangan yang terdapat dalam buku Pedoman Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Jadi penulisan dalam karya ilmiah harus menganut pada kaidah tersebut.
d.      Pemilihan Unsur Serapan
Terdapat dua macam unsur serapan dalam bahasa Indonesia. Pertama, unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia.  Misalnya, shuttle cock, assalamu’alaikum, dan charter . Kedua, unsur pinjaman yang pengucapan dan penulisannya disesuaikan dengan kaidah bahasa Indonesia. Misalnya, accessory yang kita serap ke dalam bahasa Indonesia menjadi sistem, oktaf, dan aksesori.
e.       Pemakaian Tanda Baca
Pemakaian tanda baca dalam hal ini bukanlah tanda bagaimana seharusnya orang membaca sebuah naskah, melainkan tanda untuk mempermudah dalam memahami jalan pikiran yang terdapat pada sebuah naskah atau tulisan.
Ada 14 tanda baca yang perlu diperhatikan, yaitu:
1)    tanda baca titik,
2)    tanda baca koma,
3)    tanda titik dua,
4)    tanda titik koma,
5)    tanda hubung,
6)    tanda pisah,
7)    tanda ellipsis,
8)    tanda tanya,
9)    tanda seru,
10)  tanda kurung, kurung siku,
11)  tanda petik,
12)  tanda petik tunggal,
13)  tanda garis miring,
14)  tanda penyingkat.



                              Contoh:
                              Penyuntingan ejaaan
 










                   Hasil Penyuntingan




Sumber:


Depdiknas. 2005. Pengembangan Kemampuan Penyuntingan Karya Ilmiah. Jakarta: Depdiknas.
 


0 komentar:

Poskan Komentar